Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM.

Majunya pelayanan rumah sakit sangat ditentukan karyawan yang memiliki pendidikan, kemampuan, dan keterampilan untuk menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Apa tugas yang akan dikerjakan karyawan? Tugas setiap karyawan yaitu melakukan pekerjaan sesuai Tugas dan Pekerjaan yang telah ditetapkan Direktur rumah sakit. Apabila tugas yang dilakukan oleh setiap karyawan pada Gugus Kerjanya menghasilkan kinerja baik, maka Atasan dari karyawan tersebut juga akan memiliki kinerja yang baik. Kinerja yang baik dapat diartikan bahwa karyawan tersebut telah menghasilkan prestasi baik yang bisa diukur dari hasil pencapaian pelaksanaan pekerjaannya. Jadi kinerja merupakan catatan dari hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan dalam periode waktu tertentu, misal selama 3 bulan atau selama 6 bulan atau selama 1 tahun.

Terwujudnya kinerja karyawan baik, tidak hanya ditentukan oleh pendidikan, kemampuan, dan keterampilan yang dimiliki karyawan, tetapi dipengaruhi juga oleh faktor lain yang ikut mendukung keberhasilan karyawan mencapai kinerja yang baik. Faktor lain yang dimaksud yaitu ketepatan penempatan karyawan sesuai dengan kompetensi karyawan, tersedianya tempat kerja yang baik, tersedianya alat kerja yang digunakan dalam menunaikan tugasnya sehari-hari, memiliki Atasan yang mempunyai sifat kepemimpinan yang baik, ada program kerja dan target yang telah digariskan Atasan, selalu mendapatkan motivasi dari Atasan, berjalannya manajemen di gugus kerja, serta memiliki Atasan yang selalu mengajak Stafnya untuk berdiskusi mengenai pelaksanaan pekerjaan supaya berhasil baik.

Faktor-faktor lain sebagai penentu kinerja karyawan, memang banyak dipikirkan, ditangani, dan disediakan oleh Atasan. Pemikiran dan penyediaan kebutuhan Staf tentu dalam rangka mengusahakan Staf dapat memiliki kinerja yang baik. Berhasilnya Atasan dalam melakukan tugas dan tanggungjawabnya banyak tergantung dari pemberdayaan Staf dan perbaikan pada kinerja Staf. Staf di sini diartikan sebagai karyawan pelaksana pelayanan. Apabila pendidikan, kemampuan, dan keterampilan Staf sudah sesuai dengan bidang pekerjaannya, maka diharapkan Staf tersebut akan menghasilkan pekerjaan yang baik, cepat, dan sesuai dengan tuntutan dari pengguna pelayanan rumah sakit.

Salah satu yang mendorong terciptanya kinerja yang baik bagi seorang Staf yaitu diberi peluang mengikuti pelatihan dalam periode waktu tertentu untuk mendapatkan hal-hal yang baru pada penanganan pekerjaan yang sedang dijalankan sekarang. Pelatihan yang diikuti staf sebaiknya sesuai arahan Atasan sekaligus bisa memperbaiki kekurangan Staf. Masalahnya sekarang, apakah jenis pelatihan yang diikuti Staf sudah sesuai dengan kelemahan Staf selama ini? Inilah yang diperhatikan Atasan. Jangan sampai Atasan memerintahkan Stafnya untuk mengikuti pelatihan, tetapi Atasan sendiri belum tahu kelemahan Staf yang dapat mempengaruhi hasil kinerja Staf.

Untuk itu, Atasan dan Staf perlu melihat kembali kinerja yang telah dicapai dalam tahun 2011. Apakah kinerja kita sudah dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pelayanan rumah sakit? Ini sebuah renungan bagi kita sebagai orang yang bekerja di pelayanan kesehatan. Mari berupaya memperbaiki kinerja pada tahun 2012 ini sekaligus diminta kepada Atasan untuk selalu sabar mengarahkan Staf demi terwujudnya kinerja yang baik, karena akumulasi kinerja Staf akan menjadi dukungan pada kinerja Atasan.