Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM.

Pada saat ini karyawan rumah sakit seharusnya tampil beda. Mengapa? Karena karyawan bukan lagi sebagai ”pendukung” tetapi sudah menjadi karyawan sebagai ”penggerak” pelayanan rumah sakit. Tanpa karyawan, pelayanan rumah sakit tidak berjalan baik, dan tanpa karyawan alat apapun yang mendukung pelayanan tidak dapat berfungsi baik.

Kalau dulu, karyawan itu hanya dianggap sebagai pendukung. Karyawan ”sebagai pendukung”, maka pandangan terhadap karyawan dianggap sebagai salah satu sumber daya, biaya, dan pekerja. Berdasarkan pandangan ini maka wajar kalau karyawan itu diperlakukan hanya seorang penerima gaji atau upah, diberi pekerjaan menurut selera manajer, mau nambah pengetahuan mengalami kesulitan, penyesuaian tingkat pendidikan susah, kenaikan pangkat atau berkala biasanya terlambat, penilaian prestasi dilakukan seadanya, disiplin kaku, banyak didiamkan, dan sering mendapat amarah. Mestinya, itu dulu!

Bagaimana kalau sekarang? Seharusnya karyawan itu ”sebagai penggerak”. Sehubungan sebagai penggerak, maka pandangan terhadap karyawan merupakan sumber daya utama rumah sakit, mitra kerja dari para manajer, dan merupakan sebuah investasi rumah sakit. Berdasarkan pandangan ini, maka perlakuan terhadap karyawan seharusnya seperti pemberian gaji yang diterima merupakan sebuah penghargaan, diberi pekerjaan sesuai kompetensinya, selalu dimotivasi untuk meningkatkan pengetahuannya atau studi lanjut, kenaikan pangkat atau berkala tepat waktu, penilaian kinerja ada sistemnya, disiplin yang bertanggungjawab, dan sering diajak brainstorming (curah pendapat).

Oleh karena itu, karyawan yang bertindak sebagai pilar pelayanan rumah sakit harus melakukan perubahan-perubahan pada dirinya, terutama dalam hal pola pikir dan pola bertindak. Pola pikir diarahkan untuk meningkatkan terus menerus pengetahuannya pada pekerjaannya dan perbaikannya, serta pola bertindak dalam pelayanan bagaikan orang yang selalu haus akan berita sukacita yang ingin cepat-cepat disampaikan kepada pasien dan sesama. Sampaikanlah berita sukacita pelayanan Anda melalui senyuman di bibir, sapa pasien dengan sukacita, serta berusaha mendengar keluhan pasien dengan wajah sukacita. Ucapkan banyak terima kasih kepada pasien dan keluarganya yang telah berkenan menyampaikan keluhan, karena dengan adanya keluhan itu maka pekerjaan yang sedang diemban karyawan semakin bisa diperbaiki. Perbaikan yang dilakukan karyawan, sebagai tanda sukacita yang disampaikan kepada pasien dan keluarga pasien (orang) yang telah menyampaikan berita perbaikan pelayanan.

Perbaikan-perbaikan yang dilakukan karyawan baik dalam bertindak maupun dalam berpikir, memang harus didukung oleh para ”manajer” di lingkungan rumah sakit. Pesan kepada para manajer! Dukunglah karyawan sebagai pilar pelayanan rumah sakit dengan manajemen 1 menit yaitu tepuk bahu karyawan dan katakan Anda pada hari ini telah bekerja baik atau senyuman Anda sangat menawan hati pasien, dan seterusnya. Jelaskanlah visi dan misi gugus kerjanya kepada karyawan termasuk cara-cara pencapaiannya. Ciptakanlah iklim kerja yang kondusif bagi karyawan serta berikanlah reward (insentif) sesuai besar kecilnya kinerja yang telah dicapai karyawan. Dan pesan terakhir kepada manajer, doronglah karyawan di gugus kerja Anda supaya bisa tumbuh dan memiliki sifat-sifat gembala, kreatif dan inovatif. Selamat menunaikan tugas sekaligus sampaikan berita sukacita pelayanan Anda kepada pasien dan keluarganya. Syalom!