Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM.

Kinerja staf (bawahan) merupakan kinerja atasan, dan kinerja gugus tugas juga merupakan gambaran dari kinerja seorang atasan. Kinerja ini bisa baik dan meningkat apabila atasan mampu memberdayakan sumberdaya yang dimiliki seperti pemberdayaan sumberdaya staf, sumberdaya keuangan, sumberdaya logistik, sumberdaya proses pelayanan, dan sumberdaya peralatan.

Kemampuan yang harus dimiliki untuk bisa memberdayakan berbagai sumberdaya yang terdapat di gugus tugas itu sangat tergantung dari kompetensi atasan di gugus tugas tersebut. Dalam ISO-2008 dijelaskan bahwa kompetensi yang harus dimiliki seseorang, baik atasan maupun bawahan pada sebuah gugus tugas terdiri dari 4 item yaitu pendidikan, pelatihan, keterampilan/keahlian, dan pengalaman. Empat item tersebut merupakan pilar yang mendukung kompetensi (kinerja) seseorang dalam sebuah gugus tugas serta merupakan satu kesatuan dan bukan berdiri sendiri.

Harus dipahami bahwa kunci utama berhasilnya pelaksanaan ISO 9001: 2008 di gugus tugas apabila atasan memandang dan menyatakan bahwa setiap orang yang bekerja di gugus tugas itu merupakan orang-orang penting. Keterlibatan penuh dari staf untuk menunaikan pekerjaan di gugus tugas itu merupakan hal yang sangat menguntungkan bagi gugus tugas sekaligus yang dapat meningkatkan kinerja gugus tugas seperti yang diharapkan atasan.

Bisanya seseorang terlibat penuh pada berbagai pekerjaan yang terdapat di gugus tugas, apabila terpenuhinya kompetensi dari setiap orang yang bekerja di gugus tugas itu. Untuk itu, sebaiknya atasan melakukan identifikasi terhadap berbagai sumberdaya yang terdapat di gugus tugas. Pada sumberdaya manusia (staf) tentu melakukan identifikasi pada tingkat pendidikan yang dimiliki staf termasuk tingkat pendidikan minimal yang diperbolehkan melakukan pekerjaan di gugus tugas tersebut. Hasil identifikasi ini, kemudian dibuatkan peta (map) baik dalam bentuk tabel maupun dalam bentuk grafik. Demikian juga pada hasil identifikasi terhadap pelatihan yang dibutuhkan dan sudah ditempuh, keterampilan/keahlian setiap staf, dan pengalaman dalam pekerjaan yang telah dilalui oleh staf. Buatlah tabel dan grafik dari setiap item kompetensi staf dan lihatlah gambaran hasilnya. Hasil peta ini akan memudahkan seorang atasan untuk mengetahui perihal kelebihan dan kekurangan pada diri seorang staf bila dikaitkan dengan kompetensi.

Cara pandang seorang atasan bahwa setiap orang yang ada di gugus tugas merupakan orang penting, merupakan fondasi dalam hal pelaksanaan ISO di gugus tugas. Selama ini kita baru melakukan klarifikasi bagaimana cara kerja atasan dan staf dalam membuat prosedur kerja, instruksi kerja, catatan mutu, sasaran mutu dari masing-masing gugus tugas, kesesuaian produk terhadap persyaratan, tindakan perbaikan dan pencegahan, dan belum menyentuh bagaimana kita memperlakukan staf-staf yang ada di gugus tugas. Perlakuan terhadap staf menjadi penting karena mereka merupakan bagian terpenting dari gugus tugas.

Oleh karena itu, ISO 9001 versi 2008 mestinya mendorong kepala gugus tugas untuk lebih menaruh perhatian utama pada sumberdaya manusia, karena merekalah yang memberi dukungan pada keberhasilan kinerja gugus tugas. Atasan perlu membuat peta atas kompetensi staf dan melakukan analisis, kemudian buatlah program untuk memenuhi standar kompetensi staf yang seharusnya. Apabila atasan mampu memenuhi kriteria awal ini, niscaya kinerja gugus tugas bisa tercapai bahkan hasilnya ekselen (luar biasa). Akhir kata, ”perlakukanlah staf anda sebagai orang penting di gugus tugasnya agar mampu mewujudkan kinerja ekselen”.