Oleh: Drs. Manahati Zebua, M.Kes., MM.

 Atasan dari sebuah gugus tugas biasanya kita sebut kepala urusan, supervisor, kepala ruang, kepala sub bagian, kepala seksi, kepala bidang, kepala bagian, dan terakhir Atasan tertinggi di sebuah rumah sakit yaitu Direktur dan Wakil Direktur. Para Atasan inilah yang bertanggungjawab pada pelaksanaan manajemen di setiap gugus tugas. Karena itu, Atasan kita betul-betul orang yang terpilih untuk duduk dalam jabatan itu.

Sebagai seorang Atasan, wajib hukumnya untuk berupaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas manajemen gugus tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Perbaikan dan peningkatan kualitas manajemen gugus tugas didasarkan pada pengetahuan seorang Atasan untuk menerapkan fungsi-fungsi manajemen di gugus tugas. Tanpa pengetahuan manajemen dari seorang Atasan, kinerja gugus tugas menjadi biasa-biasa saja atau bahkan terjadi penurunan. Oleh karena itu, sebagai staf gugus tugas wajib hukumnya untuk turut ambil bagian mendorong dan memberi semangat kepada Atasan sesuai talenta yang dimiliki, agar kinerja gugus tugas semakin baik dan meningkat.

Penilaian terhadap Atasan merupakan sesuatu yang sangat penting, agar para staf bisa dan mampu memberikan usulan dan dorongan bagi kesuksesan pelaksanaan manajemen di gugus tugas dalam rangka meningkatkan kinerja gugus tugas. Pertanyaan yang menarik di sini yaitu bagaimana cara menilai seorang Atasan, agar Atasan bisa memperbaiki kualitas kerjanya demi kemajuan pelayanan rumah sakit?.

Dasar penilaian kinerja Atasan dalam bidang manajemen, dapat dilakukan dengan melihat dan menganalisis pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan oleh Atasan. Fungsi-fungsi manajemen terdiri dari 4 item, sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Tanri Abeng yang dijuluki manajer 1 milyar (mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara) yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian.

Fungsi perencanaan terdiri dari 8 item, yaitu membuat prakiraan besaran kinerja, menetapkan tujuan (sasaran) gugus tugas, membuat strategi gugus tugas, membuat penugasan staf, menyusun jadual penugasan, membuat anggaran, membuat kebijakan, dan membuat prosedur kerja. Setelah itu melangkah pada fungsi pengorganisasin yang terdiri dari 4 item, yaitu mengidentifikasi pekerjaan yang diperlukan, membuat struktur organisasi gugus tugas, mengalokasikan pekerjaan sehingga staf-staf berhasil, memadukan antar pekerjaan sehingga proses kerja berjalan mulus.

Fungsi pemimpinan terdiri dari 5 item yaitu memotivasi, berkomunikasi, mengambil keputusan, mengembangkan staf, dan memilih staf. Kemudian fungsi terakhir yaitu pengendalian terdiri dari 4 item yaitu membuat standar kinerja, mengukur kinerja, mengevaluasi kinerja, dan melakukan koreksi serta perbaikan kinerja. Jumlah item yang dinilai mulai dari perencanaan sampai pengendalian terdapat 21 item. Masing-masing item diberi nilai, mulai dari angka 1 sampai 5, sesuai pemahaman kita terhadap cara kerja Atasan. Nilai 1 = sangat tidak bagus, nilai 2 = kurang bagus, nilai 3 = cukup bagus, nilai 4 = bagus, dan nilai 5 = sangat bagus. Setelah diberi nilai, maka jumlahkan nilai semuanya. Apabila jumlah 105, maka manajemen Atasan kita ”sangat bagus”, jumlah 84 = bagus, jumlah 63 = cukup bagus, jumlah 42 = kurang bagus, dan kalau jumlah angkanya hanya berjumlah 21, maka manajemen Atasan kita termasuk ”sangat tidak bagus”.

Apa artinya penilaian ini? Mengandung 2 maksud, yaitu menilai sejauhmana Atasan kita memahami dan menerapkan manajemen di gugus tugas, dan menilai diri kita sejauhmana bisa menjadi seorang Atasan gugus tugas pada waktu yang akan datang. Selamat menilai!.